Bedah Buku "Menata Keadilan Gender dari Rumah", Fatayat NU Tasikmalaya Dorong Perempuan Muda Terus Berkarya
Nunun Nuraeni, S.Pd., M.Pd.
Semangat literasi dan pemberdayaan perempuan terus digaungkan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tasikmalaya. Kali ini, langkah nyata tersebut diwujudkan melalui acara bedah buku bertajuk "Menata Keadilan Gender dari Rumah" karya Bunda Affi Endah Navilah, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung PCNU Kota Tasikmalaya pada Ahad, 12 Juli 2026 ini, dibanjiri oleh 200 anggota Fatayat yang hadir dengan antusiasme tinggi untuk mendalami konteks dan proses kreatif di balik penulisan buku inspiratif tersebut.
Rangkaian acara ini dibuka dengan penuh kehangatan oleh Sekretaris NU Kota Tasikmalaya yang hadir mewakili PCNU. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi yang sangat mendalam atas lahirnya karya terbaru dari Bunda Affi. Pihaknya menaruh harapan besar agar buku ini mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda, terkhusus para anggota Fatayat, untuk tidak pernah berhenti berkarya dan terus mencetak profil perempuan muda Nahdlatul Ulama yang produktif serta berdaya.
Memasuki sesi inti, jalannya diskusi dipandu secara apik oleh Siti Nurhalimah, M.H., sebagai moderator yang menjembatani gagasan penulis dengan para peserta. Dalam pemaparannya, Bunda Affi Endah Navilah menggarisbawahi pentingnya membangun pondasi kesetaraan yang dimulai dari ruang domestik. Ia memberikan pandangan yang menyejukkan bahwa tidak ada satu standar baku yang kaku bagi semua rumah tangga. “Setiap keluarga itu unik, punya banyak metode dalam mendidik dan berproses dalam mewujudkan keadilan dan kesalingan di rumah yang berimplikasi di ranah publik,” paparnya di hadapan ratusan peserta.
Pernyataan tersebut sukses memantik keaktifan para peserta saat memasuki sesi tanya jawab. Suasana forum berubah menjadi wadah interaktif yang diwarnai dengan beragam komentar positif. Tidak hanya melempar pertanyaan, banyak peserta yang menjadikannya sebagai ruang bincang hangat untuk saling berbagi cerita dan curhat mengenai serba-serbi pengasuhan anak. Diskusi mengalir dinamis membahas pengalaman nyata tentang bagaimana membangun kesalingan antara suami istri serta romantika mendidik anak di rumah, membuktikan bahwa isu keadilan gender adalah hal yang sangat lekat dan nyata dalam keseharian setiap keluarga.
Ditulis oleh
Nunun Nuraeni, S.Pd., M.Pd.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!